Cara Rasulullah Mendidik Anak

Dalam buku, Manhaj at-Tarbiyah Nabawiyyah lith Thifl menjelaskan tentang bagaimana cara Rasulullah mendidik anak. Rasulullah selalu mengucapkan salam terlebih dahulu ketika beliau melewati anak-anaknya.

Rasulullah juga selalu berbagi makanan pada anak-anaknya. Serta menggendong anak-anaknya ketika rewel. Rasulullah juga selalu menjaga anaknya dengan cara menemani anak-anaknya hadir dalam majelis, undangan, maupun perayaan yang dibolehkan oleh islam.

Tidak hanya itu Rasulullah juga membolehkan anak-anaknya menginap di rumah kerabat yang saleh. Suatu kisah dari Ibnu Umar diriwayatkan oleh Bukhari, ketika Rasulullah sedang bersama orang-orang dewasa. Beliau juga mengajak Ibnu Umar bermain tebak-tebakan.

Sungguh mulia Nabi Muhammad SAW. Beliau sangatlah mudah bersosialisasi dengan siapa saja termasuk anaknya. Beliau tidak pernah sombong akan kedudukannya serta selalu rendah hati. Berikut informasi lainnya mengenai cara mendidik anak ala Rasulullah

4 Tahapan Mendidik Anak Menurut Rasulullah

cara rasulullah mendidik anak laki laki remaja

percikaniman.id

1. Anak Umur 0-6 Tahun            

Cara Rasulullah mendidik anak pada usia ini sangat hati-hati. Untuk memberikan kasih yang tidak terbatas, dengan menyayanginya serta memanjakan anak. Serta tidak membeda-bedakan kasih sayang antara anak sulung maupun bungsu karena kita harus adil.

2. Anak Umur 7-14 Tahun

Orang tua harus menanamkan nilai disiplin serta tanggung jawab kepada anak-anaknya. Pada Hadits Abu Daud,”Perintahlah anak anakmu untuk mendirikan shalat ketika sudah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkan salat. Serta pisahlah tempat tidur anak laki-laki dengan anak perempuan.”

3. Anak Umur 15-21 Tahun

Pada fase ini anak cenderung memberontak. Jika orang tua ingin melakukan cara Rasulullah mendidik anak. Maka sebaiknya orang tua berkawan dengan anak-anaknya. Jadilah pendengar yang setia serta hindarilah menghardik di hadapan saudaranya. Gunakan cara diplomasi ketika orang tua tidak setuju dengan keputusan anak.

4. Anak Umur 21 Tahun Keatas

Berilah kepercayaan dengan memberi kebebasan anak dalam menentukan keputusannya sendiri. Orang tua hanya perlu memantau, menasehati dan dengan diiringi mendoakannya.

Mendidik Anak Perempuan

cara rasulullah mendidik anak perempuan

brilio.net

Mendidik anak perempuan pada zaman sekarang memiliki tantangan tersendiri. Terkadang orang tua was-was dengan anaknya sendiri karena pergaulan dan media sosial sangatlah bebas.

Mengekang anak perempuan dengan menjadikannya tersiksa karena mematuhi semua keinginan orang tua bukanlah hal yang bijak. Karena pola asuh yang diterimanya akan cenderung ia terapkan saat mendidik anaknya kelak.

Cara Rasulullah mendidik anak perempuannya menjadikannya  anak yang soleh. Maka balasan yang akan didapatkan juga banyak yaitu diberi Allah pahala yang besar dan doa dari anak soleh akan menyelamatkan orang tuanya di akhirat. Dan pahala itu akan terus mengalir walaupun orang tuanya sudah meninggal.

Serta fungsi orang tua dalam mendidik anak perempuan sangat bermanfaat bagi kehidupan anaknya. Karena merupakan wujud mendidik calon istri yang baik bagi suami, mendidik calon ibu dalam keluarga, dan yang terakhir merupakan mendidik calon pembangun umat.

Cara Mendidik Anak Laki-laki

cara rasulullah mendidik anak

akuislam.id

Cara mendidik anak laki-laki dengan anak perempuan sangatlah berbeda. Orang tua berkewajiban mengarahkan, membimbing serta memperkuat karakter anak sesuai kodratnya. Karena anak laki-laki dan anak perempuan memiliki keistimewaan yang berbeda dalam segi psikis maupun fisik.

Cara Rasulullah mendidik anak laki-laki yaitu dengan rajin menceritakan kisah teladan, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, menanamkan aqidah dan tauhid yang kuat, serta menanamkan kebiasaan bersyukur sejak dini.

Cara Mendidik Anak Yang Nakal Menurut Syariat Islam

cara rasulullah mendidik anak

mediamaya.net

Anak merupakan titipan dari Allah. Agar orang tua mampu mendidiknya kelak menjadi anak yang berguna di dunia maupun di akhirat. Namun tidak semua anak memiliki sifat yang patuh. Dampak pergaulan di luar menjadi pemicu utama anak menjadi nakal

Walaupun pada saat sebelum dibiarkan bermain di luar rumah anak cenderung patuh kepada kedua orang tuanya. Namun setelah dibiarkan bermain di luar berubah menjadi pembantah, dan sering melawan orang tua.

Sebenarnya semua itu adalah godaan setan. Karena setan telah berjanji kepada Allah SWT untuk terus mengganggu anak cucu adam sampai hari kiamat tiba. Walaupun sejatinya semua anak yang lahir di dunia itu memiliki hati yang bersih dan condong kepada Islam dan Tauhid.

Cara Rasulullah mendidik anak yang nakal yaitu dengan cara memberikan teguran dan nasihat baik. Serta melakukan nasihat tersebut secara baik dan lembut saat menyampaikannya. Agar anak tidak merasa terancam.

Cara Mendidik Anak Agar Cerdas, Mandiri, Dan Rajin Beribadah       

cara rasulullah mendidik anak

celikalquran.com

Sebagai orang tua memiliki kewajiban mengarahkan dan membimbing anak. Agar bisa menjadi sosok yang cerdas, ramah, rajin beribadah, dan mandiri. Namun sayangnya masih ada saja orang tua yang belum paham mengenai cara mendidik anak agar mampu menjadi anak yang bisa diharapkan.

Cara Rasulullah mendidik anak agar bisa diharapkan seperti yang orang tua harapkan yaitu:

1. Jadilah Contoh dan Panutan

Setiap anak akan tumbuh dan berkembang mengikuti apa yang dia lihat di lingkungan sekitarnya. Apa yang dilakukan oleh orang tuanya pasti akan ditiru oleh sang anak. Saat ini anak cenderung mengidolakan kartun atau superhero. Mengapa bukan orang tua saja yang menjadi sosok panutan?

Mulailah dengan cara menjaga sikap dan perkataan kepada anak. Jadilah sosok pelindung dan pengayom anak saat sang anak membutuhkan sosok Anda.

2. Hindari Kata “Jangan”

Hal ini merupakan kesalahan yang banyak dilakukan orang tua di negeri ini. Terlalu banyak mengucapkan kata “jangan” akan menghambat eksplorasi sang anak. Mulailah merubah kata-kata agar tidak menggunakan kata “jangan”.

Contohnya saja jika Anda melarang anak Anda berlari ucapkan saja “pelan-pelan saja nak”. Hal itu akan membuat anak merasa lebih baik daripada Anda menggunakan kata “jangan lari”.

3. Melakukan Ibadah Bersama Anak

Jika anak Anda sudah dilatih dari kecil untuk taat beribadah maka pola pikirnya akan lebih baik. Karena pola pikir akan mempengaruhi kecerdasan anak dalam pelajaran maupun menjalani kehidupan.

Sebaiknya jika Anda menginginkan anak Anda taat beribadah. Anda harus terlebih dahulu memberikan contoh kebiasaan taat beribadah kepada mereka.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply